<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7031230435030127633</id><updated>2012-02-14T04:30:41.678-08:00</updated><title type='text'>kambing jantan</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://abifikri.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7031230435030127633/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abifikri.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>abifikri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14716235672493432238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-jjKhhRG7DZQ/Tzo8kc_sb3I/AAAAAAAAAAU/VBJBNMmrx10/s220/Foto044.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>3</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7031230435030127633.post-6582078232327674781</id><published>2012-02-14T04:30:00.001-08:00</published><updated>2012-02-14T04:30:41.774-08:00</updated><title type='text'>arab pra-islam</title><content type='html'>BAGIAN PERTAMA: ARAB PRA-ISLAM                           (2/4)&lt;br /&gt;Muhammad Husain Haekal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua  kekuatan  yang  sekarang  sedang  berhadap-hadapan  itu&lt;br /&gt;ialah: kekuatan Kristen dan kekuatan  Majusi,  kekuatan  Barat&lt;br /&gt;berhadapan   dengan   kekuatan  Timur.  Bersamaan  dengan  itu&lt;br /&gt;kekuasaan-kekuasaan kecil yang berada dibawah  pengaruh  kedua&lt;br /&gt;kekuatan  itu, pada awal abad keenam berada di sekitar jazirah&lt;br /&gt;Arab.  Kedua  kekuatan  itu  masing-masing  mempunyai   hasrat&lt;br /&gt;ekspansi   dan   penjajahan.  Pemuka-pemuka  kedua  agama  itu&lt;br /&gt;masing-masing berusaha sekuat tenaga akan menyebarkan agamanya&lt;br /&gt;ke   atas   kepercayaan   agama  lain  yang  sudah  dianutnya.&lt;br /&gt;Sungguhpun demikian jazirah itu  tetap  seperti  sebuah  oasis&lt;br /&gt;yang  kekar  tak sampai terjamah oleh peperangan, kecuali pada&lt;br /&gt;beberapa tempat  di  bagian  pinggir  saja,  juga  tak  sampai&lt;br /&gt;terjamah  oleh  penyebaran  agama-agama  Masehi  atau  Majusi,&lt;br /&gt;kecuali sebagian kecil  saja  pada  beberapa  kabilah.  Gejala&lt;br /&gt;demikian ini dalam sejarah kadang tampak aneh kalau tidak kita&lt;br /&gt;lihat letak dan iklim  jazirah  itu  serta  pengaruh  keduanya&lt;br /&gt;terhadap  kehidupan  penduduknya,  dalam aneka macam perbedaan&lt;br /&gt;dan persamaan serta kecenderungan hidup mereka masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jazirah Arab bentuknya memanjang dan tidak  parallelogram.  Ke&lt;br /&gt;sebelah  utara  Palestina  dan  padang  Syam, ke sebelah timur&lt;br /&gt;Hira, Dijla (Tigris), Furat (Euphrates) dan Teluk  Persia,  ke&lt;br /&gt;sebelah  selatan  Samudera Indonesia dan Teluk Aden, sedang ke&lt;br /&gt;sebelah barat Laut Merah. Jadi, dari sebelah barat dan selatan&lt;br /&gt;daerah  ini  dilingkungi  lautan, dari utara padang sahara dan&lt;br /&gt;dari timur padang sahara dan Teluk Persia. Akan  tetapi  bukan&lt;br /&gt;rintangan  itu saja yang telah melindunginya dari serangan dan&lt;br /&gt;penyerbuan penjajahan dan  penyebaran  agama,  melainkan  juga&lt;br /&gt;karena  jaraknya  yang berjauh-jauhan. Panjang semenanjung itu&lt;br /&gt;melebihi seribu kilometer, demikian juga luasnya sampai seribu&lt;br /&gt;kilometer  pula. Dan yang lebih-lebih lagi melindunginya ialah&lt;br /&gt;tandusnya daerah ini yang luar  biasa  hingga  semua  penjajah&lt;br /&gt;merasa  enggan melihatnya. Dalam daerah yang seluas itu sebuah&lt;br /&gt;sungaipun tak ada.  Musim  hujan  yang  akan  dapat  dijadikan&lt;br /&gt;pegangan  dalam  mengatur  sesuatu  usaha  juga tidak menentu.&lt;br /&gt;Kecuali daerah Yaman yang terletak  di  sebelah  selatan  yang&lt;br /&gt;sangat  subur  tanahnya  dan cukup banyak hujan turun, wilayah&lt;br /&gt;Arab  lainnya  terdiri  dari  gunung-gunung,  dataran  tinggi,&lt;br /&gt;lembah-lembah  tandus serta alam yang gersang. Tak mudah orang&lt;br /&gt;akan dapat tinggal  menetap  atau  akan  memperoleh  kemajuan.&lt;br /&gt;Samasekali  hidup  di  daerah  itu  tidak menarik selain hidup&lt;br /&gt;mengembara terus-menerus  dengan  mempergunakan  unta  sebagai&lt;br /&gt;kapalnya  di  tengah-tengah  lautan  padang  pasir itu, sambil&lt;br /&gt;mencari padang hijau  untuk  makanan  ternaknya,  beristirahat&lt;br /&gt;sebentar  sambil  menunggu ternak itu menghabiskan makanannya,&lt;br /&gt;sesudah itu berangkat lagi mencari padang hijau baru di tempat&lt;br /&gt;lain.  Tempat-tempat  beternak  yang  dicari  oleh orang-orang&lt;br /&gt;badwi jazirah biasanya di sekitar mata air yang menyumber dari&lt;br /&gt;bekas air hujan, air hujan yang turun dari celah-celah batu di&lt;br /&gt;daerah itu. Dari situlah tumbuhnya padang hijau yang  terserak&lt;br /&gt;di  sana-sini  dalam  wahah-wahah  yang berada di sekitar mata&lt;br /&gt;air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah wajar sekali dalam wilayah demikian  itu,  yang  seperti&lt;br /&gt;Sahara  Afrika  Raya yang luas, tak ada orang yang dapat hidup&lt;br /&gt;menetap, dan cara  hidup  manusia  yang  biasapun  tidak  pula&lt;br /&gt;dikenal.  Juga  sudah  biasa bila orang yang tinggal di daerah&lt;br /&gt;itu tidak lebih maksudnya  hanya  sekadar  menjelajahinya  dan&lt;br /&gt;menyelamatkan  diri  saja,  kecuali  di tempat-tempat yang tak&lt;br /&gt;seberapa, yang masih ditumbuhi  rumput  dan  tempat  beternak.&lt;br /&gt;Juga sudah sewajarnya pula tempat-tempat itu tetap tak dikenal&lt;br /&gt;karena  sedikitnya  orang  yang   mau   mengembara   dan   mau&lt;br /&gt;menjelajahi  daerah  itu.  Praktis  orang  zaman  dahulu tidak&lt;br /&gt;mengenal jazirah Arab, selain Yaman. Hanya saja  letaknya  itu&lt;br /&gt;telah  dapat menyelamatkan dari pengasingan dan penghuninyapun&lt;br /&gt;dapat bertahan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa itu orang belum merasa begitu aman mengarungi lautan&lt;br /&gt;guna  mengangkut  barang  dagangan  atau mengadakan pelayaran.&lt;br /&gt;Dari  peribahasa  Arab  yang   dapat   kita   lihat   sekarang&lt;br /&gt;menunjukkan,   bahwa  ketakutan  orang  menghadapi  laut  sama&lt;br /&gt;seperti dalam menghadapi maut. Tetapi, bagaimanapun juga untuk&lt;br /&gt;mengangkut  barang  dagangan  itu  harus ada jalan lain selain&lt;br /&gt;mengarungi bahaya  maut  itu.  Yang  paling  penting  transpor&lt;br /&gt;perdagangan  masa  itu  ialah  antara  Timur dan Barat: antara&lt;br /&gt;Rumawi dan sekitarnya, serta  India  dan  sekitarnya.  Jazirah&lt;br /&gt;Arab  masa  itu  merupakan daerah lalu-lintas perdagangan yang&lt;br /&gt;diseberanginya melalui Mesir atau melalui Teluk Persia,  lewat&lt;br /&gt;terusan  yang  terletak di mulut Teluk Persia itu. Sudah tentu&lt;br /&gt;wajar sekali bilamana  penduduk  pedalaman  jazirah  Arab  itu&lt;br /&gt;menjadi  raja  sahara,  sama halnya seperti pelaut-pelaut pada&lt;br /&gt;masa-masa berikutnya yang daerahnya lebih banyak dikuasai  air&lt;br /&gt;daripada  daratan,  menjadi  raja  laut.  Dan sudah wajar pula&lt;br /&gt;bilamana raja-raja padang pasir itu mengenal seluk-beluk jalan&lt;br /&gt;para  kafilah  sampai  ke  tempat-tempat  yang berbahaya, sama&lt;br /&gt;halnya seperti para pelaut, mereka sudah mengenal  garis-garis&lt;br /&gt;perjalanan  kapal  sampai  sejauh-jauhnya.  "Jalan kafilah itu&lt;br /&gt;bukan  dibiarkan  begitu  saja,"  kataHeeren,  "tetapi   sudah&lt;br /&gt;menjadi tempat yang tetap mereka lalui. Di daerah padang pasir&lt;br /&gt;yang luas itu, yang biasa  dilalui  oleh  para  kafilah,  alam&lt;br /&gt;telah   memberikan   tempat-tempat   tertentu  kepada  mereka,&lt;br /&gt;terpencar-pencar di daerah tandus, yang kelak  menjadi  tempat&lt;br /&gt;mereka   beristirahat.   Di   tempat  itu,  di  bawah  naungan&lt;br /&gt;pohon-pohon kurma dan di  tepi  air  tawar  yang  mengalir  di&lt;br /&gt;sekitarnya,  seorang  pedagang  dengan binatang bebannya dapat&lt;br /&gt;menghilangkan haus dahaga sesudah perjalanan  yang  melelahkan&lt;br /&gt;itu.  Tempat-tempat  peristirahatan  itu  juga  telah  menjadi&lt;br /&gt;gudang perdagangan mereka,  dan  yang  sebagian  lagi  dipakai&lt;br /&gt;sebagai  tempat  penyembahan,  tempat  ia meminta perlindungan&lt;br /&gt;atas barang dagangannya atau meminta pertolongan  dari  tempat&lt;br /&gt;itu."1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lingkungan  jazirah  itu  penuh  dengan  jalan  kafilah.  Yang&lt;br /&gt;penting di antaranya ada dua. Yang  sebuah  berbatasan  dengan&lt;br /&gt;Teluk  Persia,  Sungai  Dijla,  bertemu dengan padang Syam dan&lt;br /&gt;Palestina. Pantas jugalah kalau  batas  daerah-daerah  sebelah&lt;br /&gt;timur yang berdekatan itu diberi nama Jalan Timur. Sedang yang&lt;br /&gt;sebuah lagi berbatasan  dengan  Laut  Merah;  dan  karena  itu&lt;br /&gt;diberi  nama  Jalan  Barat.  Melalui dua jalan inilah produksi&lt;br /&gt;barang-barang di Barat diangkut ke Timur dan barang-barang  di&lt;br /&gt;Timur  diangkut ke Barat. Dengan demikian daerah pedalaman itu&lt;br /&gt;mendapatkan kemakmurannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi itu tidak menambah pengetahuan pihak Barat tentang&lt;br /&gt;negeri-negeri  yang  telah  dilalui  perdagangan  mereka  itu.&lt;br /&gt;Karena sukarnya menempuh daerah-daerah itu, baik  pihak  Barat&lt;br /&gt;maupun  pihak  Timur  sedikit  sekali yang mau mengarunginya -&lt;br /&gt;kecuali bagi mereka  yang  sudah  biasa  sejak  masa  mudanya.&lt;br /&gt;Sedang    mereka    yang    berani    secara   untung-untungan&lt;br /&gt;mempertaruhkan nyawa banyak  yang  hilang  secara  sia-sia  di&lt;br /&gt;tengah-tengah  padang  tandus itu. Bagi orang yang sudah biasa&lt;br /&gt;hidup mewah di kota, tidak akan tahan  menempuh  gunung-gunung&lt;br /&gt;tandus  yang  memisahkan  Tihama dari pantai Laut Merah dengan&lt;br /&gt;suatu daerah yang sempit itu. Kalaupun pada waktu itu ada juga&lt;br /&gt;orang  yang  sampai  ke  tempat tersebut - yang hanya mengenal&lt;br /&gt;unta  sebagai  kendaraan  -  ia   akan   mendaki   celah-celah&lt;br /&gt;pegunungan  yang  akhirnya  akan menyeberang sampai ke dataran&lt;br /&gt;tinggi Najd yang penuh dengan padang pasir. Orang  yang  sudah&lt;br /&gt;biasa  hidup  dalam  sistem  politik  yang  teratur  dan dapat&lt;br /&gt;menjamin segala kepuasannya akan  terasa  berat  sekali  hidup&lt;br /&gt;dalam   suasana  pedalaman  yang  tidak  mengenal  tata-tertib&lt;br /&gt;kenegaraan.  Setiap  kabilah,  atau  setiap  keluarga,  bahkan&lt;br /&gt;setiap  pribadipun  tidak  mempunyai  suatu  sistiem  hubungan&lt;br /&gt;dengan pihak lain selain ikatan  keluarga  atau  kabilah  atau&lt;br /&gt;ikatan  sumpah  setia  kawan  atau  sistem jiwar (perlindungan&lt;br /&gt;bertetangga) yang biasa diminta oleh pihak yang  lemah  kepada&lt;br /&gt;yang lebih kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada  setiap  zaman  tata-hidup  bangsa-bangsa  pedalaman  itu&lt;br /&gt;memang berbeda dengan kehidupan di kota-kota.  Ia  sudah  puas&lt;br /&gt;dengan   cara  hidup  saling  mengadakan  pembalasan,  melawan&lt;br /&gt;permusuhan dengan permusuhan, menindas yang lemah  yang  tidak&lt;br /&gt;mempunyai   pelindung.   Keadaan  semacam  ini  tidak  menarik&lt;br /&gt;perhatian orang untuk membuat penyelidikan yang lebih dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu daerah Semenanjung  ini  tetap  tidak  dikenal&lt;br /&gt;dunia  pada waktu itu. Dan barulah kemudian - sesudah Muhammad&lt;br /&gt;s.a.w.  lahir  di  tempat  tersebut  -  orang  mulai  mengenal&lt;br /&gt;sejarahnya  dari  berita-berita  yang dibawa orang dari tempat&lt;br /&gt;itu, dan daerah yang tadinya samasekali tertutup itu  sekarang&lt;br /&gt;sudah mulai dikenal dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak  ada  yang  dikenal  dunia  tentang negeri-negeri Arab itu&lt;br /&gt;selain Yaman dan tetangga-tetangganya yang  berbatasan  dengan&lt;br /&gt;Teluk  Persia.  Hal  ini  bukan  karena  hanya disebabkan oleh&lt;br /&gt;adanya perbatasan Teluk Persia dan  Samudera  Indonesia  saja,&lt;br /&gt;tetapi   lebih-lebih   disebabkan   oleh   -   tidak   seperti&lt;br /&gt;jazirah-jazirah lain - gurun sahara yang tandus.  Dunia  tidak&lt;br /&gt;tertarik,  negara  yang  akan  bersahabatpun tidak merasa akan&lt;br /&gt;mendapat  keuntungan  dan  pihak  penjajah  juga  tidak  punya&lt;br /&gt;kepentingan.  Sebaliknya,  daerah  Yaman tanahnya subur, hujan&lt;br /&gt;turun secara teratur pada  setiap  musim.  Ia  menjadi  negeri&lt;br /&gt;peradaban   yang   kuat,  dengan  kota-kota  yang  makmur  dan&lt;br /&gt;tempat-tempat beribadat yang  kuat  sepanjang  masa.  Penduduk&lt;br /&gt;jazirah ini terdiri dari suku bangsa Himyar, suatu suku bangsa&lt;br /&gt;yang cerdas dan berpengetahuan luas. Air hujan yang  menyirami&lt;br /&gt;bumi ini mengalir habis menyusuri tanah terjal sampai ke laut.&lt;br /&gt;Mereka membuat Bendungan Ma'rib yang dapat menampung arus  air&lt;br /&gt;hujan sesuai dengan syarat-syarat peradaban yang berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum  di  bangunnya  bendungan  ini  , air hujan yang deras&lt;br /&gt;terjun dari pegunungan Yaman yang tinggi-tinggi itu,  menyusur&lt;br /&gt;turun  ke  lembah-lembah  yang  terletak di sebelah timur kota&lt;br /&gt;Ma'rib. Mula-mula  air  turun  melalui  celah-celah  dua  buah&lt;br /&gt;gunung yang terletak di kanan-kiri lembah ini, memisahkan satu&lt;br /&gt;sama lain seluas kira-kira 400 meter. Apabila sudah sampai  di&lt;br /&gt;Ma'rib air itu menyebar ke dalam lembah demikian rupa sehingga&lt;br /&gt;hilang terserap seperti  di  bendungan-bendungan  Hulu  Sungai&lt;br /&gt;Nil.  Berkat pengetahuan dan kecerdasan yang ada pada penduduk&lt;br /&gt;Yaman itu, mereka membangun sebuah bendungan, yaitu  Bendungan&lt;br /&gt;Ma'rib.  Bendungan  ini dibangun daripada batu di ujung lembah&lt;br /&gt;yang sempit,  lalu  dibuatnya  celah-celah  guna  memungkinkan&lt;br /&gt;adanya  distribusi  air ke tempat-tempat yang mereka kehendaki&lt;br /&gt;dan dengan demikian tanah mereka bertambah subur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peninggalan-peninggalan peradaban Himyar di Yaman yang  pernah&lt;br /&gt;diselidiki  -  dan  sampai  sekarang  penyelidikan  itu  masih&lt;br /&gt;diteruskan -menunjukkan, bahwa  peradaban  mereka  pada  suatu&lt;br /&gt;saat  memang  telah  mencapai tingkat yang tinggi sekali, juga&lt;br /&gt;sejarahpun  menunjukkan  bahwa  Yaman  pernah  pula  mengalami&lt;br /&gt;bencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguhpun  begitu  peradaban  yang  dihasilkan dari kesuburan&lt;br /&gt;negerinya serta penduduknya yang menetap menimbulkan  gangguan&lt;br /&gt;juga dalam lingkungan jazirah itu. Raja-raja Yaman kadang dari&lt;br /&gt;keluarga Himyar yang sudah  turun-temurun,  kadang  juga  dari&lt;br /&gt;kalangan  rakyat Himyar sampai pada waktu Dhu Nuwas al-Himyari&lt;br /&gt;berkuasa. Dhu Nuwas sendiri condong sekali kepada  agama  Musa&lt;br /&gt;(Yudaisma),  dan tidak menyukai penyembahan berhala yang telah&lt;br /&gt;menimpa bangsanya.  Ia  belajar  agama  ini  dari  orang-orang&lt;br /&gt;Yahudi yang pindah dan menetap di Yaman. Dhu Nuwas inilah yang&lt;br /&gt;disebut-sebut oleh  ahli-ahli  sejarah,  yang  termasuk  dalam&lt;br /&gt;kisah   "orang-orang  yang  membuat  parit,"  dan  menyebabkan&lt;br /&gt;turunnya  ayat:  "Binasalah  orang-orang  yang  telah  membuat&lt;br /&gt;parit.  Api  yang  penuh  bahan  bakar. Ketika mereka duduk di&lt;br /&gt;tempat itu. Dan apa yang  dilakukan  orang-orang  beriman  itu&lt;br /&gt;mereka  menyaksikan.  Mereka  menyiksa  orang-orang  itu hanya&lt;br /&gt;karena  mereka  beriman  kepada  Allah  Yang  Maha  Mulia  dan&lt;br /&gt;Terpuji." (Qur'an 85:4-8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita  ini  ringkasnya  ialah bahwa ada seorang pengikut Nabi&lt;br /&gt;Isa yang saleh bernama  Phemion  telah  pindah  dari  Kerajaan&lt;br /&gt;Rumawi  ke Najran. Karena orang ini baik sekali, penduduk kota&lt;br /&gt;itu banyak yang mengikuti  jejaknya,  sehingga  jumlah  mereka&lt;br /&gt;makin  lama  makin  bertambah  juga. Setelah berita itu sampai&lt;br /&gt;kepada Dhu Nuwas, ia pergi ke  Najran  dan  dimintanya  kepada&lt;br /&gt;penduduk  supaya  mereka  masuk agama Yahudi, kalau tidak akan&lt;br /&gt;dibunuh. Karena mereka menolak, maka  digalilah  sebuah  parit&lt;br /&gt;dan dipasang api di dalamnya. Mereka dimasukkan ke dalam parit&lt;br /&gt;itu dan yang tidak mati karena api, dibunuhnya kemudian dengan&lt;br /&gt;pedang  atau  dibikin  cacat.  Menurut  beberapa  buku sejarah&lt;br /&gt;korban pembunuhan itu  mencapai  duapuluh  ribu  orang.  Salah&lt;br /&gt;seorang di antaranya dapat lolos dari maut dan dari tangan Dhu&lt;br /&gt;Nuwas,  ia  lari  ke  Rumawi  dan   meminta   bantuan   Kaisar&lt;br /&gt;Yustinianus  atas  perbuatan  Dhu Nuwas itu. Oleh karena letak&lt;br /&gt;Kerajaan Rumawi ini jauh dari Yaman, Kaisar itu menulis  surat&lt;br /&gt;kepada  Najasyi  (Negus) supaya mengadakan pembalasan terhadap&lt;br /&gt;raja Yaman. Pada waktu itu [abad ke-6] Abisinia yang  dipimpin&lt;br /&gt;oleh   Najasyi   sedang   berada  dalam  puncak  kemegahannya.&lt;br /&gt;Perdagangan yang luas melalui laut disertai oleh  armada  yang&lt;br /&gt;kuat2  dapat  menancapkan  pengaruhnya  sampai sejauh-jauhnya.&lt;br /&gt;Pada waktu itu ia menjadi sekutu  Imperium  Rumawi  Timur  dan&lt;br /&gt;yang  memegang  panji  Kristen  di Laut Merah, sedang Kerajaan&lt;br /&gt;Rumawi Timur sendiri menguasainya di bagian Laut Tengah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7031230435030127633-6582078232327674781?l=abifikri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abifikri.blogspot.com/feeds/6582078232327674781/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abifikri.blogspot.com/2012/02/bagian-pertama-arab-pra-islam-24.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7031230435030127633/posts/default/6582078232327674781'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7031230435030127633/posts/default/6582078232327674781'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abifikri.blogspot.com/2012/02/bagian-pertama-arab-pra-islam-24.html' title='arab pra-islam'/><author><name>abifikri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14716235672493432238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-jjKhhRG7DZQ/Tzo8kc_sb3I/AAAAAAAAAAU/VBJBNMmrx10/s220/Foto044.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7031230435030127633.post-5124685859691919508</id><published>2012-02-14T04:18:00.000-08:00</published><updated>2012-02-14T04:18:04.221-08:00</updated><title type='text'>sejarah MUHAMMAD S.A.W</title><content type='html'>BAGIAN KEEMPAT: DARI PERKAWINAN SAMPAI MASA KERASULANNYA (1/2)&lt;br /&gt;Muhammad Husain Haekal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Perawakan dan sifat-sifat Muhammad - Penduduk Mekah&lt;br /&gt;   membangun Ka'bah - Putusan Muhammad tentang Hajar Aswad&lt;br /&gt;   - Pemikir-pemikir Quraisy dan paganisma - Putera-puteri&lt;br /&gt;   Muhammad - Kematian putera-puterinya - Perkawinan&lt;br /&gt;   putera-puterinya - Kecenderungan Muhammad menyendiri -&lt;br /&gt;   Menjauhi dosa ke Gua Hira'- Mimpi Hakiki - Wahyu&lt;br /&gt;   pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DENGAN duapuluh ekor unta  muda  sebagai  mas  kawin  Muhammad&lt;br /&gt;melangsungkan  perkawinannya itu dengan Khadijah. Ia pindah ke&lt;br /&gt;rumah  Khadijah  dalam  memulai  hidup  barunya   itu,   hidup&lt;br /&gt;suami-isteri  dan  ibu-bapa,  saling  mencintai  cinta sebagai&lt;br /&gt;pemuda berumur duapuluh lima tahun. Ia  tidak  mengenal  nafsu&lt;br /&gt;muda yang tak terkendalikan, juga ia tidak mengenal cinta buta&lt;br /&gt;yang dimulai  seolah  nyala  api  yang  melonjak-lonjak  untuk&lt;br /&gt;kemudian  padam  kembali.  Dari  perkawinannya  itu ia beroleh&lt;br /&gt;beberapa orang anak, laki-laki dan perempuan.  Kematian  kedua&lt;br /&gt;anaknya,  al-Qasim  dan  Abdullah  at-Tahir  at-Tayyib1  telah&lt;br /&gt;menimbulkan rasa duka yang dalam sekali. Anak-anak yang  masih&lt;br /&gt;hidup   semua   perempuan.   Bijaksana   sekali   ia  terhadap&lt;br /&gt;anak-anaknya dan sangat lemah-lembut. Merekapun  sangat  setia&lt;br /&gt;dan hormat kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paras  mukanya  manis  dan  indah,  Perawakannya sedang, tidak&lt;br /&gt;terlampau tinggi, juga tidak pendek, dengan bentuk kepala yang&lt;br /&gt;besar,  berambut  hitam  sekali  antara  keriting  dan  lurus.&lt;br /&gt;Dahinya lebar dan rata di atas  sepasang  alis  yang  lengkung&lt;br /&gt;lebat  dan  bertaut,  sepasang  matanya  lebar  dan  hitam, di&lt;br /&gt;tepi-tepi putih matanya agak ke  merah-merahan,  tampak  lebih&lt;br /&gt;menarik  dan  kuat:  pandangan matanya tajam, dengan bulu-mata&lt;br /&gt;yang hitam-pekat. Hidungnya halus dan  merata  dengan  barisan&lt;br /&gt;gigi  yang  bercelah-celah.  Cambangnya lebar sekali, berleher&lt;br /&gt;panjang dan  indah.  Dadanya  lebar  dengan  kedua  bahu  yang&lt;br /&gt;bidang.  Warna kulitnya terang dan jernih dengan kedua telapak&lt;br /&gt;tangan dan kakinya yang tebal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila  berjalan  badannya  agak  condong   kedepan,   melangkah&lt;br /&gt;cepat-cepat  dan  pasti. Air mukanya membayangkan renungan dan&lt;br /&gt;penuh  pikiran,  pandangan  matanya  menunjukkan   kewibawaan,&lt;br /&gt;membuat orang patuh kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan  sifatnya  yang  demikian itu tidak heran bila Khadijah&lt;br /&gt;cinta dan patuh kepadanya, dan tidak  pula  mengherankan  bila&lt;br /&gt;Muhammad  dibebaskan  mengurus  hartanya  dan dia sendiri yang&lt;br /&gt;memegangnya  seperti  keadaannya  semula   dan   membiarkannya&lt;br /&gt;menggunakan waktu untuk berpikir dan berenung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad  yang telah mendapat kurnia Tuhan dalam perkawinannya&lt;br /&gt;dengan Khadijah itu berada dalam  kedudukan  yang  tinggi  dan&lt;br /&gt;harta  yang  cukup. Seluruh penduduk Mekah memandangnya dengan&lt;br /&gt;rasa gembira dan hormat. Mereka  melihat  karunia  Tuhan  yang&lt;br /&gt;diberikan  kepadanya  serta  harapan akan membawa turunan yang&lt;br /&gt;baik  dengan  Khadijah.  Tetapi  semua  itu  tidak  mengurangi&lt;br /&gt;pergaulannya  dengan  mereka.  Dalam  hidup  hari-hari  dengan&lt;br /&gt;mereka partisipasinya tetap seperti sediakala. Bahkan ia lebih&lt;br /&gt;dihormati  lagi  di  tengah-tengah  mereka  itu. Sifatnya yang&lt;br /&gt;sangat  rendah  hati  lebih  kentara  lagi.  Bila   ada   yang&lt;br /&gt;mengajaknya  bicara  ia  mendengarkan  hati-hati  sekali tanpa&lt;br /&gt;menoleh kepada orang lain. Tidak saja mendengarkan kepada yang&lt;br /&gt;mengajaknya  bicara,  bahkan  ia rnemutarkan seluruh badannya.&lt;br /&gt;Bicaranya sedikit sekali, lebih banyak ia  mendengarkan.  Bila&lt;br /&gt;bicara selalu bersungguh-sungguh, tapi sungguhpun begitu iapun&lt;br /&gt;tidak melupakan ikut membuat humor  dan  bersenda-gurau,  tapi&lt;br /&gt;yang  dikatakannya  itu  selalu  yang  sebenarnya.  Kadang  ia&lt;br /&gt;tertawa sampai terlihat gerahamnya. Bila ia marah tidak pernah&lt;br /&gt;sampai  tampak  kemarahannya,  hanya  antara  kedua  keningnya&lt;br /&gt;tampak sedikit berkeringat. Ini  disebabkan  ia  menahan  rasa&lt;br /&gt;amarah  dan tidak mau menampakkannya keluar. Semua itu terbawa&lt;br /&gt;oleh kodratnya yang selalu lapang dada,  berkemauan  baik  dan&lt;br /&gt;menghargai  orang  lain.  Bijaksana  ia,  murah hati dan mudah&lt;br /&gt;bergaul. Tapi  juga  ia  mempunyai  tujuan  pasti,  berkemauan&lt;br /&gt;keras,   tegas  dan  tak  pernah  ragu-ragu  dalam  tujuannya.&lt;br /&gt;Sifat-sifat   demikian   ini   berpadu   dalam   dirinya   dan&lt;br /&gt;meninggalkan  pengaruh yang dalam sekali pada orang-orang yang&lt;br /&gt;bergaul dengan dia.  Bagi  orang  yang  melihatnya  tiba-tiba,&lt;br /&gt;sekaligus akan timbul rasa hormat, dan bagi orang yang bergaul&lt;br /&gt;dengan dia akan timbul rasa cinta kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah  besarnya  pengaruh   yang   terjalin   dalam   hidup&lt;br /&gt;kasih-sayang  antara  dia  dengan Khadijah sebagai isteri yang&lt;br /&gt;sungguh setia itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergaulan Muhammad dengan penduduk Mekah tidak terputus,  juga&lt;br /&gt;partisipasinya  dalam  kehidupan  masyarakat  hari-hari.  Pada&lt;br /&gt;waktu itu masyarakat sedang sibuk karena bencana banjir  besar&lt;br /&gt;yang   turun   dari  gunung,  pernah  menimpa  dan  meretakkan&lt;br /&gt;dinding-dinding Ka'bah yang memang sudah rapuk. Sebelum itupun&lt;br /&gt;pihak  Quraisy  memang  sudah memikirkannya. Tempat yang tidak&lt;br /&gt;beratap itu menjadi sasaran  pencuri  mengambil  barang-barang&lt;br /&gt;berharga  di  dalamnya. Hanya saja Quraisy merasa takut; kalau&lt;br /&gt;bangunannya  diperkuat,  pintunya   ditinggikan   dan   diberi&lt;br /&gt;beratap,  dewa  Ka'bah  yang  suci itu akan menurunkan bencana&lt;br /&gt;kepada  mereka.  Sepanjang  zaman  Jahiliah   keadaan   mereka&lt;br /&gt;diliputi   oleh   pelbagai   macam   legenda   yang  mengancam&lt;br /&gt;barangsiapa yang berani mengadakan sesuatu  perubahan.  Dengan&lt;br /&gt;demikian perbuatan itu dianggap tidak umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi  sesudah mengalami bencana banjir tindakan demikian itu&lt;br /&gt;adalah suatu keharusan, walaupun masih serba  takut-takut  dan&lt;br /&gt;ragu-ragu.  Suatu  peristiwa  kebetulan  telah  terjadi sebuah&lt;br /&gt;kapal milik seorang pedagang Rumawi bernama Baqum2 yang datang&lt;br /&gt;dari  Mesir  terhempas di laut dan pecah. Sebenarnya Baqum ini&lt;br /&gt;seorang  ahli  bangunan   yang   mengetahui   juga   soal-soal&lt;br /&gt;perdagangan.   Sesudah   Quraisy   mengetahui  hal  ini,  maka&lt;br /&gt;berangkatlah al-Walid bin'l-Mughira dengan beberapa orang dari&lt;br /&gt;Quraisy  ke  Jidah.  Kapal itu dibelinya dari pemiliknya, yang&lt;br /&gt;sekalian diajaknya berunding supaya sama-sama datang ke  Mekah&lt;br /&gt;guna   membantu   mereka   membangun   Ka'bah  kembali.  Baqum&lt;br /&gt;menyetujui permintaan itu. Pada waktu itu di Mekah ada seorang&lt;br /&gt;Kopti yang mempunyai keahlian sebagai tukang kayu. Persetujuan&lt;br /&gt;tercapai bahwa diapun akan  bekerja  dengan  mendapat  bantuan&lt;br /&gt;Baqum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudut-sudut  Ka'bah  itu oleh Quraisy dibagi empat bagian tiap&lt;br /&gt;kabilah mendapat satu sudut yang harus dirombak  dan  dibangun&lt;br /&gt;kembali.  Sebelum  bertindak  melakukan  perombakan itu mereka&lt;br /&gt;masih  ragu-ragu,  kuatir  akan  mendapat  bencana.   Kemudian&lt;br /&gt;al-Walid   bin'l-Mughira   tampil   ke  depan  dengan  sedikit&lt;br /&gt;takut-takut. Setelah ia berdoa kepada  dewa-dewanya  mulai  ia&lt;br /&gt;merombak   bagian   sudut   selatan.3   Tinggal   lagi   orang&lt;br /&gt;menunggu-nunggu apa yang akan dilakukan Tuhan  nanti  terhadap&lt;br /&gt;al-Walid.  Tetapi  setelah  ternyata  sampai  pagi tak terjadi&lt;br /&gt;apa-apa, merekapun  ramai-ramai  merombaknya  dan  memindahkan&lt;br /&gt;batu-batu yang ada. Dan Muhammad ikut pula membawa batu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mereka berusaha membongkar batu hijau yang terdapat di&lt;br /&gt;situ  dengan  pacul  tidak  berhasil,  dibiarkannya  batu  itu&lt;br /&gt;sebagai fondasi bangunan. Dan gunung-gunung sekitar tempat itu&lt;br /&gt;sekarang  orang-orang  Quraisy  mulai  mengangkuti   batu-batu&lt;br /&gt;granit  berwarna  biru,  dan  pembangunanpun  segera  dimulai.&lt;br /&gt;Sesudah bangunan itu setinggi orang berdiri dan  tiba  saatnya&lt;br /&gt;meletakkan  Hajar  Aswad yang disucikan di tempatnya semula di&lt;br /&gt;sudut timur, maka timbullah perselisihan di kalangan  Quraisy,&lt;br /&gt;siapa  yang seharusnya mendapat kehormatan meletakkan batu itu&lt;br /&gt;di tempatnya. Demikian memuncaknya perselisihan  itu  sehingga&lt;br /&gt;hampir   saja   timbul   perang  saudara  karenanya.  Keluarga&lt;br /&gt;Abd'd-Dar  dan  keluarga  'Adi  bersepakat  takkan  membiarkan&lt;br /&gt;kabilah yang manapun campur tangan dalam kehormatan yang besar&lt;br /&gt;ini. Untuk itu  mereka  mengangkat  sumpah  bersama.  Keluarga&lt;br /&gt;Abd'd-Dar  membawa  sebuah  baki  berisi  darah. Tangan mereka&lt;br /&gt;dimasukkan ke dalam baki itu guna  memperkuat  sumpah  mereka.&lt;br /&gt;Karena  itu  lalu  diberi  nama  La'aqat'd-Dam, yakni 'jilatan&lt;br /&gt;darah.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Umayya bin'l-Mughira dari Banu Makhzum, adalah orang  yang&lt;br /&gt;tertua  di  antara  mereka,  dihormati  dan  dipatuhi. Setelah&lt;br /&gt;melihat keadaan serupa itu ia berkata kepada mereka:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Serahkanlah putusan kamu ini di  tangan  orang  yang  pertama&lt;br /&gt;sekali memasuki pintu Shafa ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala  mereka melihat Muhammad adalah orang pertama memasuki&lt;br /&gt;tempat itu, mereka berseru: "Ini al-Amin; kami dapat menerima&lt;br /&gt;keputusannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu   mereka  menceritakan  peristiwa  itu  kepadanya.  Iapun&lt;br /&gt;mendengarkan  dan  sudah  melihat  di   mata   mereka   betapa&lt;br /&gt;berkobarnya  api  permusuhan  itu.  Ia berpikir sebentar, lalu&lt;br /&gt;katanya:  "Kemarikan  sehelai  kain,"  katanya.  Setelah  kain&lt;br /&gt;dibawakan   dihamparkannya   dan   diambilnya  batu  itu  lalu&lt;br /&gt;diletakkannya  dengan  tangannya  sendiri,  kemudian  katanya;&lt;br /&gt;"Hendaknya setiap ketua kabilah memegang ujung kain ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka  bersama-sama  membawa kain tersebut ke tempat batu itu&lt;br /&gt;akan diletakkan. Lalu Muhammad mengeluarkan batu itu dari kain&lt;br /&gt;dan  meletakkannya  di tempatnya. Dengan demikian perselisihan&lt;br /&gt;itu berakhir dan bencana dapat dihindarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Quraisy  menyelesaikan   bangunan   Ka'bah   sampai   setinggi&lt;br /&gt;delapanbelas  hasta  (±  11 meter), dan ditinggikan dari tanah&lt;br /&gt;sedemikian rupa, sehingga mereka dapat menyuruh atau  melarang&lt;br /&gt;orang  masuk.  Di  dalam  itu mereka membuat enam batang tiang&lt;br /&gt;dalam dua deretan dan di sudut barat  sebelah  dalam  dipasang&lt;br /&gt;sebuah  tangga  naik  sampai  ke teras di atas lalu meletakkan&lt;br /&gt;Hubal  di  dalam  Ka'bah.  Juga  di  tempat   itu   diletakkan&lt;br /&gt;barang-barang  berharga  lainnya,  yang  sebelum  dibangun dan&lt;br /&gt;diberi beratap menjadi sasaran pencurian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai umur Muhammad waktu  membina  Ka'bah  dan  memberikan&lt;br /&gt;keputusannya   tentang  batu  itu,  masih  terdapat  perbedaan&lt;br /&gt;pendapat. Ada yang mengatakan berumur duapuluh lima tahun. Ibn&lt;br /&gt;Ishaq berpendapat umurnya tigapuluh lima tahun. Kedua pendapat&lt;br /&gt;itu baik yang pertama atau yang kemudian, sama saja; tapi yang&lt;br /&gt;jelas  cepatnya  Quraisy menerima ketentuan orang yang pertama&lt;br /&gt;memasuki pintu Shafa,  disusul  dengan  tindakannya  mengambil&lt;br /&gt;batu  dan  diletakkan di atas kain lalu mengambilnya dari kain&lt;br /&gt;dan diletakkan di tempatnya dalam Ka'bah,  menunjukkan  betapa&lt;br /&gt;tingginya  kedudukannya dimata penduduk Mekah, betapa besarnya&lt;br /&gt;penghargaan mereka kepadanya sebagai orang yang berjiwa besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya   pertentangan   antar-kabilah,   adanya   persepakatan&lt;br /&gt;La'aqat'd-Dam   ('Jilatan  Darah'),  dan  menyerahkan  putusan&lt;br /&gt;kepada barangsiapa mula-mula memasuki pintu Shafa, menunjukkan&lt;br /&gt;bahwa kekuasaan di Mekah sebenarnya sudah jatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuasaan   yang   dulu   ada   pada   Qushayy,   Hasyim   dan&lt;br /&gt;Abd'l-Muttalib   sekarang   sudah   tak   ada   lagi.   Adanya&lt;br /&gt;pertentangan  kekuasaan  antara  keluarga  Hasyim dan keluarga&lt;br /&gt;Umayya   sesudah   matinya   Abd'l-Muttalib    besar    sekali&lt;br /&gt;pengaruhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan jatuhnya kekuasaan demikian itu sudah wajar sekali akan&lt;br /&gt;membawa akibat buruk terhadap Mekah, kalau saja  tidak  karena&lt;br /&gt;adanya  rasa  kudus dalam hati semua orang Arab terhadap Rumah&lt;br /&gt;Purba itu. Dan jatuhnya kekuasaan itupun membawa akibat secara&lt;br /&gt;wajar  pula,  yakni  menambah  adanya kemerdekaan berpikir dan&lt;br /&gt;kebebasan  menyatakan  pendapat,  dan  menimbulkan  keberanian&lt;br /&gt;pihak  Yahudi  dan  kaum Nasrani mencela orang-orang Arab yang&lt;br /&gt;masih menyembah berhala itu - suatu hal yang tidak akan berani&lt;br /&gt;mereka  lakukan  sewaktu masih ada kekuasaan. Hal ini berakhir&lt;br /&gt;dengan  hilangnya  pemujaan  berhala-berhala  itu  dalam  hati&lt;br /&gt;penduduk  Mekah  dan  orang-orang  Quraisy  sendiri,  meskipun&lt;br /&gt;pemuka-pemuka dan pemimpin-pemimpin Mekah masih memperlihatkan&lt;br /&gt;adanya pemujaan dan penyembahan demikian itu. Sikap mereka ini&lt;br /&gt;sebenamya berasalan sekali; sebab mereka melihat, bahwa  agama&lt;br /&gt;yang  berlaku  itu  adalah  salah  satu alat yang akan menjaga&lt;br /&gt;ketertiban  serta  menghindarkan  adanya  kekacauan  berpikir.&lt;br /&gt;Dengan  adanya  penyembahan-penyembahan  berhala dalam Ka'bah,&lt;br /&gt;ini merupakan jaminan bagi Mekah sebagai pusat  keagamaan  dan&lt;br /&gt;perdagangan.   Dan   memang  demikianlah  sebenarnya,  dibalik&lt;br /&gt;kedudukan  ini  Mekah  dapat  juga  menikmati  kemakmuran  dan&lt;br /&gt;hubungan  dagangnya.  Akan  tetapi  itu  tidak  akan  mengubah&lt;br /&gt;hilangnya pemujaan berhala-berhala dalam hati penduduk Mekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa keterangan yang  menyebutkan,  bahwa  pada  suatu&lt;br /&gt;hari  masyarakat  Quraisy sedang berkumpul di Nakhla merayakan&lt;br /&gt;berhala  'Uzza;  empat  orang  di  antara   mereka   diam-diam&lt;br /&gt;meninggalkan  upacara  itu.  Mereka  itu  ialah: Zaid b. 'Amr,&lt;br /&gt;Usman bin'l-Huwairith, 'Ubaidullah  b.  Jahsy  dan  Waraqa  b.&lt;br /&gt;Naufal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka  satu sama lain berkata: "Ketahuilah bahwa masyarakatmu&lt;br /&gt;ini tidak punya tujuan; mereka dalam  kesesatan.  Apa  artinya&lt;br /&gt;kita  mengelilingi  batu  itu: memdengar tidak, melihat tidak,&lt;br /&gt;merugikan tidak,  menguntungkanpun  juga  tidak.  Hanya  darah&lt;br /&gt;korban  yang  mengalir  di  atas  batu  itu.  Saudara-saudara,&lt;br /&gt;marilah kita mencari agama lain, bukan ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari antara mereka itu kemudian Waraqa menganut agama Nasrani.&lt;br /&gt;Konon  katanya  dia  yang menyalin Kitab Injil ke dalam bahasa&lt;br /&gt;Arab. 'Ubaidullah b. Jahsy  masih  tetap  kabur  pendiriannya.&lt;br /&gt;Kemudian  masuk  Islam dan ikut hijrah ke Abisinia. Di sana ia&lt;br /&gt;pindah menganut agama Nasrani sampai matinya. Tetapi isterinya&lt;br /&gt;-  Umm  Habiba  bint  Abi  Sufyan  - tetap dalam Islam, sampai&lt;br /&gt;kemudian  ia   menjadi   salah   seorang   isteri   Nabi   dan&lt;br /&gt;Umm'l-Mu'minin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaid  b.  'Amr  malah pergi meninggalkan isteri dan al-Khattab&lt;br /&gt;pamannya. Ia menjelajahi Syam dan Irak, kemudian kembali lagi.&lt;br /&gt;Tetapi  dia  tidak  mau menganut salah satu agama, baik Yahudi&lt;br /&gt;atau Nasrani. Juga dia meninggalkan  agama  masyarakatnya  dan&lt;br /&gt;menjauhi  berhala.  Dialah  yang  berkata, sambil bersandar ke&lt;br /&gt;dinding Ka'bah: "Ya Allah, kalau aku mengetahui,  dengan  cara&lt;br /&gt;bagaimana  yang  lebih  Kausukai  aku  menyembahMu, tentu akan&lt;br /&gt;kulakukan. Tetapi aku tidak me ngetahuinya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usman bin'l-Huwairith, yang masih berkerabat dengan  Khadijah,&lt;br /&gt;pergi  ke  Rumawi Timur dan memeluk agama Nasrani. Ia mendapat&lt;br /&gt;kedudukan yang baik pada Kaisar Rumawi itu.  Disebutkan  juga,&lt;br /&gt;bahwa  ia  mengharapkan  Mekah  akan berada di bawah kekuasaan&lt;br /&gt;Rumawi dan dia berambisi  ingin  menjadi  Gubernurnya.  Tetapi&lt;br /&gt;penduduk  Mekah  mengusirnya. Ia pergi minta perlindungan Banu&lt;br /&gt;Ghassan di Syam. Ia bermaksud memotong perdagangan  ke  Mekah.&lt;br /&gt;Tetapi  hadiah-hadiah  penduduk  Mekah sampai juga kepada Banu&lt;br /&gt;Ghassan. Akhirnya ia mati di tempat itu karena diracun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama bertahun-tahun  Muhammad  tetap  bersama-sama  penduduk&lt;br /&gt;Mekah  dalam  kehidupan  masyarakat  sehari-hari. Ia menemukan&lt;br /&gt;dalam diri Khadijah teladan wanita terbaik; wanita yang  subur&lt;br /&gt;dan  penuh  kasih,  menyerahkan seluruh dirinya kepadanya, dan&lt;br /&gt;telah melahirkan anak-anak seperti: al-Qasim dan Abdullah yang&lt;br /&gt;dijuluki  at-Tahir  dan at-Tayyib, serta puteri-puteri seperti&lt;br /&gt;Zainab, Ruqayya, Umm Kulthum dan Fatimah. Tentang al-Qasim dan&lt;br /&gt;Abdullah tidak banyak yang diketahui, kecuali disebutkan bahwa&lt;br /&gt;mereka mati kecil pada zaman Jahiliah dan tak ada meninggalkan&lt;br /&gt;sesuatu  yang  patut  dicatat.  Tetapi yang pasti kematian itu&lt;br /&gt;meninggalkan bekas yang dalam pada orangtua  mereka.  Demikian&lt;br /&gt;juga pada diri Khadijah terasa sangat memedihkan hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada  tiap  kematian  itu  dalam zaman Jahiliah tentu Khadijah&lt;br /&gt;pergi menghadap sang berhala menanyakannya: kenapa  berhalanya&lt;br /&gt;itu tidak memberikan kasih-sayangnya, kenapa berhala itu tidak&lt;br /&gt;melimpahkan rasa kasihan, sehingga  dia  mendapat  kemalangan,&lt;br /&gt;ditimpa   kesedihan  berulang-ulang!?  Perasaan  sedih  karena&lt;br /&gt;kematian  anak  demikian  sudah  tentu  dirasakan  juga   oleh&lt;br /&gt;suaminya.  Rasa  sedih  ini selalu melecut hatinya, yang hidup&lt;br /&gt;terbayang pada istennya, terlihat setiap ia  pulang  ke  rumah&lt;br /&gt;duduk-duduk di sampingnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak begitu sulit bagi kita akan menduga betapa dalamnya rasa&lt;br /&gt;sedih  demikian  itu,  pada  suatu  zaman   yang   membenarkan&lt;br /&gt;anak-anak  perempuan dikubur hidup-hidup dan menjaga keturunan&lt;br /&gt;laki-laki sama dengan menjaga suatu  keharusan  hidup,  bahkan&lt;br /&gt;lebih  lagi  dan  itu.  Cukuplah  jadi  contoh betapa besarnya&lt;br /&gt;kesedihan itu, Muhammad tak dapat menahan diri atas kehilangan&lt;br /&gt;tersebut,   sehingga   ketika   Zaid  b.  Haritha  didatangkan&lt;br /&gt;dimintanya   kepada   Khadijah   supaya   dibelinya   kemudian&lt;br /&gt;dimerdekakannya.   Waktu   itu   orang  menyebutnya  Zaid  bin&lt;br /&gt;Muhammad.  Keadaan  ini  tetap  demikian  hingga  akhirnya  ia&lt;br /&gt;menjadi  pengikut  dan sahabatnya yang terpilih. Juga Muhammad&lt;br /&gt;merasa sedih sekali ketika kemudian anaknya, Ibrahim meninggal&lt;br /&gt;pula.   Kesedihan  demikian  ini  timbul  juga  sesudah  Islam&lt;br /&gt;mengharamkan  menguburkan  anak  perempuan  hidup-hidup,   dan&lt;br /&gt;sesudah  menentukan  bahwa  sorga berada di bawah telapak kaki&lt;br /&gt;ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah tentu malapetaka yang menimpa Muhammad  dengan  kematian&lt;br /&gt;kedua   anaknya   berpengaruh   juga   dalam   kehidupan   dan&lt;br /&gt;pemikirannya.  Sudah  tentu  pula  pikiran  dan   perhatiannya&lt;br /&gt;tertuju  pada  kemalangan  yang  datang  satu  demi  satu  itu&lt;br /&gt;menimpa,  yang  oleh  Khadijah  dilakukan  dengan   membawakan&lt;br /&gt;sesajen  buat  berhala-berhala dalam Ka'bah, menyembelih hewan&lt;br /&gt;buat Hubal, Lat, 'Uzza dan Manat, ketiga yang terakhir.4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia  ingn  menebus  bencana  kesedihan  yang  menimpanya.  Akan&lt;br /&gt;tetapi,   semua  kurban-kurban  dan  penyembelihan  itu  tidak&lt;br /&gt;berguna sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terhadap anak-anaknya yang perempuan juga Muhammad  memberikan&lt;br /&gt;perhatian,  dengan  mengawinkan mereka kepada yang dianggapnya&lt;br /&gt;memenuhi syarat (kufu'). Zainab yang sulung dikawinkan  dengan&lt;br /&gt;Abu'l-'Ash  bin'r-Rabi' b.'Abd Syams - ibunya masih bersaudara&lt;br /&gt;dengan Khadijah -  seorang  pemuda  yang  dihargai  masyarakat&lt;br /&gt;karena   kejujuran  dan  suksesnya  dalam  dunia  perdagangan.&lt;br /&gt;Perkawinan  ini  serasi  juga,  sekalipun   kemudian   sesudah&lt;br /&gt;datangnya  Islam  -  ketika  Zainab  akan  hijrah dan Mekah ke&lt;br /&gt;Medinah - mereka terpisah, seperti yang akan kita lihat  lebih&lt;br /&gt;terperinci  nanti.  Ruqayya  dan Umm Kulthum dikawinkan dengan&lt;br /&gt;'Utba dan 'Utaiba anak-anak Abu Lahab, pamannya. Kedua  isteri&lt;br /&gt;ini sesudah Islam terpisah dari suami mereka, karena Abu Lahab&lt;br /&gt;menyuruh kedua anaknya itu  menceraikan  isteri  mereka,  yang&lt;br /&gt;kemudian berturut-turut menjadi isteri Usman.5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika  itu  Fatimah  masih kecil dan perkawinannya dengan Ali&lt;br /&gt;baru sesudah datangnya Islam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7031230435030127633-5124685859691919508?l=abifikri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abifikri.blogspot.com/feeds/5124685859691919508/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abifikri.blogspot.com/2012/02/sejarah-muhammad-saw_14.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7031230435030127633/posts/default/5124685859691919508'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7031230435030127633/posts/default/5124685859691919508'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abifikri.blogspot.com/2012/02/sejarah-muhammad-saw_14.html' title='sejarah MUHAMMAD S.A.W'/><author><name>abifikri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14716235672493432238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-jjKhhRG7DZQ/Tzo8kc_sb3I/AAAAAAAAAAU/VBJBNMmrx10/s220/Foto044.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7031230435030127633.post-2613719463111275980</id><published>2012-02-14T04:10:00.000-08:00</published><updated>2012-02-14T04:10:03.623-08:00</updated><title type='text'>sejarah MUHAMMAD S.A.W</title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7031230435030127633-2613719463111275980?l=abifikri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abifikri.blogspot.com/feeds/2613719463111275980/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abifikri.blogspot.com/2012/02/sejarah-muhammad-saw.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7031230435030127633/posts/default/2613719463111275980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7031230435030127633/posts/default/2613719463111275980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abifikri.blogspot.com/2012/02/sejarah-muhammad-saw.html' title='sejarah MUHAMMAD S.A.W'/><author><name>abifikri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14716235672493432238</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-jjKhhRG7DZQ/Tzo8kc_sb3I/AAAAAAAAAAU/VBJBNMmrx10/s220/Foto044.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
